Senin, 29 Oktober 2012

ketika sebuah penantian datang diujung usia...
hanya bisa diam dan mengingat masa lalu...
seiring lanjutnya usia,,
semua kejayaan di masa lalu hanya menjadi sebuah
kenangan,,,
yang tak mungkin akan terulang...
semua akan hilang seiring datang nya
sebuah keputusan yang akan membawa kita dalam kehidupan yang abadi...
entah hari ini,esok,atau lusa
semua tidak ada yang tau
karna semua terbungkus rapi dalam sebuah misteri kehidupan...
harta dan jabatan pun takkan ada artinya..
hanya sehelai kaffan yang mampu membawa dalam kedamaian...
juga amal ibadah yang akan menuntun
kita dalam kegelapan...


Senin, 22 Oktober 2012

Memanjakan paru-paru
dengan udara alami dari perbukitan meratus
Tepatnya di "LOKSADO"
Kalimantan Selatan

Akses jalan yang di tempuh menuju Air terjun Haratai
di daerah "LOKSADO"
Kalimantan Selatan
 Jalan yang terjal menyusuri hutan dan aliran sungai...
di dukung dengan jembatan-jembatan gantung...
sayang nya sekarang mulai tak terawat...

bhony putra: Nuansa keindahan alam "LOKSADO"Salah satu objek w...

bhony putra: Nuansa keindahan alam "LOKSADO"
Salah satu objek w...
: Nuansa keindahan alam "LOKSADO" Salah satu objek wisata alam di kaki gunung meratus, menyuguhkan keindahan pemandangan air terjun...
Nuansa keindahan alam "LOKSADO"

Salah satu objek wisata alam di kaki gunung meratus,
menyuguhkan keindahan pemandangan
air terjun,
pemandian air panas,
dan perbukitan batu yang sangat terjal.


rangkaian kata hati yang terluka


Aku di sini, duduk terdiam bersama serpihan perihku. Sakit ku mengingat saat kau di sisiku. Dulu, kau memberiku sebuah senyuman yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. Rasa itu terukir dalam dengan indah. Tapi tak ku sangka, rasa sayang yang selama ini kau beri hanyalah kebahagiaan yang semu. Kau mengagungkan sesuatu yang kau sebut cinta dengan topengmu, yang dibaliknya tersembunyi seribu bilah pisau yang siap menyerangku dan menusuk jantungku. Atas nama cinta, kau bersandiwara di depanku.
Saat kau bercerita tentang peran baikmu dalam sandiwara yang berbeda. Begitu lihai kau merangkai kata dan mengucap janji manis yang sangat indah terdengar. Awalnya aku bisa mengabaikan semua rayuan manismu, tapi kau memang takmau menyerah. Bagaimanapun juga aku seorang  yang selalu terbawa perasaan, akhirnya hatiku luluh saat kau berkata “Kaulah pelabuhan cinta terakhirku…”

waktu terasa berjalan begitu cepat hingga membuatku terjatuh dan tak sadarkan diri lagi. Bodoh aku yang percaya dengan ucapanmu. Kau membuatku berkorban hanya untuk dirimu. Diam-diam kau menusukku dari belakang dengan belati dibalik topengmu yang terukir indah. Kata-kata cinta yang kau beri racun, membuatku tidak menyadari sakit yang begitu dalam.
Apa kau masih menjunjung tinggi janji yang pernah kau berikan untukku? Janji bahwa kau takkan pernah meninggalkanku.
Mengapa hati ini masih menyimpan kenangan bersamamu? Setiap detik di sisimu terekam jelas dan tersimpan indah di sudut hati kecilku. Tapi semua itu hanyalah sandiwaramu, kau adalah seorang pemain yang memiliku seribu topeng dan beribu tipu muslihat untuk mendapatkan apa yang kau mau.
Kau mendekatiku dengan bualanmu untuk menjadikanku permainan. Setelah kau mendapatkan kesenangan yang kau cari, kau membuangku dan menganggapku tak pernah ada dalam hidupmu. Entah apa yang membuatmu melakukan semua itu. Apa rasa sakit yang pernah kau ceritakan itu yang membuatmu tak punya perasaan lagi seperti ini? Atau memang inilah dirimu yang sebenarnya?
Seharusnya aku mendengar apa kata mereka, tapi aku terlalu angkuh dengan perasaan itu. Ya…hatiku terlalu meninggikanmu karena terlalu mudah aku terbuai oleh setiap katamu. Salah ku memberimu kesempatan untuk bermain api dibelakangku. Sekarang aku hanya bisa menyesali kepolosanku berhadapan dengan orang sepertimu.Tapi apa gunanya rasa sesal itu? Aku telah tersakiti, perih yang sangat dalam dan aku harus membuang perasaan yang dulu kubanggakan. Aku malu dengan diriku.
Tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan rasa sakitku yang begitu dalam. Kini ku merasa, kau adalah orang terjahat yang pernah ku temui selama hidupku.

jiwa yang sepi


Kubiarkan kesepian menyelimuti hidupku
Dalam kehampaan merona dalam jiwaku
Mewarnai setiap detik nafasku
Menghantui setiap getar dadaku

Kucari entah dimana dia berada
Menghempas semua asa melemah tiada rasa
Tiada kurasa mengerti akan adanya…
Datanglah wahai bidadari cinta…

Di sela kehampaan kurasakan kesunyian
Terasa menyakitkan rasa kesepian
Kembalikan jiwaku yang s’lalu menginginkan dirimu
Jiwa yang selalu haus dalam pencarian seseorang

Dimanakah orang yang kucari…
Lelah kaki melangkah yang tiada terarah
Merasakan letih…hingga tak mampu merintih…
Ingin hapuskan rasa kesepian ini…
Siapakah yang mampu kembalikan jiwa ini kembali…